November…

Posted: 21 November 2012 in dunia 90-an

November adalah bulan kesebelas tahun dalam Kalender Gregorian. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda yang mengambil dari bahasa Latin; novem yang berarti “sembilan” karena dahulu kala tahun bermula pada bulan Maret. Bulan ini memiliki 30 hari. Variasi pengejaan nonbaku yang kadang-kadang (namun tidak dianjurkan) dipakai adalah “Nopember“.

Beberapa tanggal penting di bulan November:

 

 

sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/November

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_hari_penting_di_Indonesia

Latar Belakang Sumpah Pemuda

Posted: 28 Oktober 2012 in dunia sosiologi

Sumpah Pemuda
Dari Wikipedia bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi ketertindasan inilah yang kemudia mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Orang Indonesia Asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.

 

Isi Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda versi orisinal:

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

 

Kongres Pemuda Indonesia Kedua

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

 

Peserta

Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie namun sampai saat ini tidak diketahui latar belakang organisasi yang mengutus mereka. Sementara Kwee Thiam Hiong hadir sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond. Diprakarsai oleh AR Baswedan pemuda keturunan arab di Indonesia mengadakan kongres di Semarang dan mengumandangkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab.

71 Pengikrar Sumpah Pemuda

Berikut adalah beberapa orang yang mengikrarkan Sumpah Pemuda :
* Sugondo Djojopuspito
* Poernomowoelan
* Sarmidi Mangoensarkoro
* Moehammad Yamin
* Sunario

Johanna Masdani Tumbuan

Johanna Masdani Tumbuan termasuk di antara 71 pemuda yang hadir dalam Kongres Pemuda Kedua, Oktober 1928 dan turut serta mengikrarkan Sumpah Pemuda yang berlangsung di sebuah gedung yang terletak di Jalan Kramat Raya no. 106 Jakarta Pusat.

Selain itu, Jo — demikian ia biasa dipanggil — juga menjadi seorang saksi sejarah detik-detik Proklamasi Indonesia yang dilakukan oleh Bung Karno dan Bung Hatta pada 17 Agustus 1945. Johanna Masdani Tumbuan juga ikut serta menyusun konsep pembangunan Tugu Proklamasi yang sederhana di depan rumah Bung Karno di Jl. Pegangsaan Timur (kini Jl. Proklamasi) no. 56, Jakarta. Tugu ini kemudian dibongkar oleh Bung Karno, namun dibangun kembali pada tahun 1980-an. Baca juga pada Sejarah Perjuangan Pemuda Indonesia dan Sumpah Pemuda oleh David DS Lumoindong.

 

Gedung

sumber:

kaskus.co.id

wikipedia

Indonesia dan Batik.. (^_^)

Posted: 2 Oktober 2012 in dunia sosiologi

Batik dan Indonesia seolah tidak bisa dipisahkan. Batik ada karena budaya masyarakat Indonesia, begitu pula Indonesia yang cukup dikenal dunia dengan ciri khas batiknya yang tidak ada duanya di dunia.

Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.

Oleh karena itu mengapa pada setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Tepat tiga tahun yang lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencanangkan 2 Oktober sebagai Hari Batik. Tepat tiga tahun yang lalu juga, dunia mengakui batik sebagai hak milik Indonesia.

SBY mencanangkan 2 Oktober sebagai hari batik kala mengunjungi masyarakat korban gempa Padang Pariaman, di Balaikota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (2/10/2009).

SBY menuturkan bahwa dunia, melalui United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO) juga sudah mengakui batik sebagai milik Indonesia. Penghargaan juga langsung diberikan UNESCO di Abu Dhabi, 2 Oktober tahun lalu.

Pengakuan ini layak diapresiasi sebagai kebanggaan atas kemenangan budaya nasional. Sebab, batik adalah salah satu komoditas yang sudah mulai diproduksi oleh negara tetangga, Malausia.

Dalam kesempatan tersebut SBY pun mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak melupakan batik dan memakai batik tiap tanggal 2 Oktober.

“Kalau kita sudah mendapatkan, kita syukuri. Kedua, mari kita lestarikan, paling tidak memakai batik tiap tanggal 2 Oktober,” imbau SBY.(detik com)

 

Secara etimologi, kata “batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik“.

Budaya batik

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tradisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Corak batik

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Perkembangan batik dewasa ini pun sudah sangat pesat. Pada tahun 1960-an, penggunaan baju batik dilakukan sebagai pakaian resmi non-Barat khas Indonesia. Dan kini, ia tidak hanya dianggap sebagai pakaian resmi atau formal. Bukan pula pakaian orang-orang tuan yang dipakai ketika ada hajatan.

Bukan hanya pakaian ‘resmi’ di kantor setiap hari Jumat. Inovasi demi inovasi, membuat kalangan muda tidak hanya tak malu dengan batik, tetapi juga bangga mengenakannya. Kala memakai batik, ada segenggam kebanggaan terhadap Indonesia di dalamnya.

Identitas. Ya, batik sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dan, para pemakainya juga hendaknya tak pernah melupakan akar budaya kita: kesantunan, keramahan, dan kegotongroyongan di negeri ini. Kerukunan di atas segala perbedaan, seperti halnya beragamnya corak batik. Memakai batik, adalah menjadi Indonesia yang sesungguh-sungguhnya Indonesia.

Jadi, sudahkah anda memakai batik hari ini?

 

sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Batik

http://sidomi.com

http://www.newoes.com

 

Oktober adalah bulan kesepuluh tahun dalam Kalender Gregorian. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda yang mengambil dari bahasa Latin; octo yang berarti “delapan” karena dahulu kala tahun bermula pada bulan Maret. Bulan ini memiliki 31 hari.

Bulan Oktober biasanya disebut juga bulan bahasa. Yang dimaksud tentu bahasa Indonesia. Sebab dibulan inilah Bahasa Indonesia pertama kali dikumandangkan sebagai bahasa nasional dan sekaligus bahasa pemersatu di Republik Indonesia.  Bulan Oktober adalah bulan yang memiliki makna sejarah sangat besar bagi bangsa Indonesia, karena pada tanggal 28 Oktober 1928 telah tercetus sebuah komitmen para pemuda Indonesia yang kita kenal dengan SUMPAH PEMUDA.

Salah satu bunyi butir sumpah yang disepakati para pemuda saat itu adalah

“Menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.

Dari sinilah, maka Bulan Oktober dikukuhkan sebagai Bulan Bahasa.

Beberapa tanggal penting di bulan Oktober:

sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Oktober

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_hari_penting_di_Indonesia

http://www.eocommunity.com/showthread.php?tid=394

September Ceria

Posted: 5 September 2012 in dunia sosiologi

September ceria..

September ceria.. Milik kita bersama…

demikian penggalan lirik lagu yang dipoulerkan oleh maestro diva Indonesia Vina Panduwinata yang menjadi sangat populer bagi masyarakat Indonesia setiap kali memasuki bulan September. Ya, dengan harapan di bulan September ini bisa menjadi bulan yang bisa menceriakan suasana hati bagi semuanya.

September

adalah bulan kesembilan tahun dalam Kalender Gregorian. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda yang mengambil dari bahasa Latin; septem yang berarti “tujuh” karena dahulu kala tahun bermula pada bulan Maret, kemudiannya ditukar pada 153 SM. Bulan ini memiliki 30 hari.

Bulan September tidak ubahnya seperti bulan-bulan lain yang ada di kalender Masehi yang memiliki 24 jam dalam sehari, 2 hari dalam seminggu dan +/- 30 hari dalam satu bulan. Lalu apa yang menarik di bulan September ini? Ada beberapa peristiwa yang bisa kita ingat dan kenang pada bulan September ini sesuai dengan nilai heroik dan sejarahnya, beberapa diantaranya adalah:

Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI, Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi selewat malam tanggal 30 September sampai di awal 1 Oktober 1965 di mana enam perwira tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha percobaan kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia.

 

September dan terorisme

Delapan tahun lalu, tepatnya tanggal 11 September 2001, menara Kembar World Trade Center runtuh karena aksi bunuh diri teroris dengan menabrakan dua pesawat komersil yang di bajak. Tak berapa lama kemudian, sebagian gedung Pentagon juga di hantam pesawat dan kemudian peristiwa hari itu di tutup dengan jatuhnya pesawat United Airlines penerbangan 93 yang jatuh di Pennsylvania. Semua mata dunia saat itu tertuju pada peristiwa yang tidak pernah di bayangkan siapapun juga. Korban tak bersalah berjatuhan. Sejak peristiwa itu, dunia di perhadapkan dengan musuh bersama yaitu terorisme yang menjadi fenomena global.

Di dalam negeri, pada hari kamis dinihari, 17 September 2009, buronan teroris asal Malaysia, Noordin M Top, akhirnya tewas dalam penyergapan tim polisi antiteror di Solo, Jawa Tengah. Dalam keterangannya, Kepala Kepolisian RI, Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri menyatakan bahwa Noordin di pastikan tewas. Identitas Noordin di simpulkan melalui identifikasi sidik jari dan tes DNA keluarganya. Kematian Noordin akhirnya menjadi perhatian masyarakat kita dan juga dunia internasional. Harap di maklumi, Noordin adalah orang yang di anggap paling bertanggungjawab atas serangkaian aksi teror besar seperti Bom Bali I ( Oktober 2002), Bom JW Marriot (Agustus 2003), Kedubes Australia (September 2004), Bom Bali II (Oktober 2005) dan Bom JW Marriot dan Ritz- Carlton (Juli 2009). Matinya Noordin apakah berakhirnya terorisme di negara ini? mengikuti perkembangan pemberantasan terorisme, justru kematian Noordin adalah babak baru peperangan dengan terorisme karena Noordin mampu menciptakan kelompok sel-sel kecil sebagai pengikutnya. Inilah tugas berat Kepolisian karena harus memberantas sampai ke akar-akarnya. Tapi kita tentunya berharap, tugas berat itu dapat di jalankan, dan Kepolisian dalam hal ini Tim Densus 88 telah menunjukan profesionalitasnya. September meninggalkan kematian Noordin dan peristiwa pengeboman WTC untuk kita, tetapi bukan kematian aksi terorisme. Kewaspadaan tentu saja harus terus di tingkatkan. Upaya pemerintah dan dunia untuk terus memerangi terorisme harus terus kita dukung.

 

September dan Hak Asasi Manusia (HAM)

Koordinator Kontras, Usman Hamid pernah menyatakan bahwa September dapat di katakan sebagai Bulan Hak Asasi Manusia. Saya juga sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Usman Hamid. Sejarah mencatat, banyak peristiwa pelanggaran HAM yang sampai sekarang belum mendapat jawaban titik terangnya. Pada tanggal 7 september 2004, aktivis pejuang dan pembela HAM, Munir dibunuh dalam penerbangannya ke Belanda. Sampai sekarang kejelasan tentang siapa dalang pembunuh Munir, masih penuh tanda tanya. Pada tanggal 12 September 1984, Amir Biki tewas dalam tragedi Tanjung Priok. Siapa yang menghilangkan nyawa Amir, sampai sekarang pun negara seperti menutup mata dengan peristiwa yang terjadi 25 tahun lalu itu. Pada hari Jumat, 22 September 2006, Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marianus Riwu tewas di tembak dalam pelaksanaan eksekusi hukuman mati di Palu, Sulawesi Tengah. Ketiga martir dari poso itu menjadi tumbal kekerasan kemanusiaan. Sampai sekarang, mereka yang di sebut sebagai aktor intelektual kerusuhan Poso, tidak pernah terungkap. Pada tanggal 24 September 1999, Yap Yun Hap, mahasiswa Universitas Indonesia, tewas di terjang peluru aparat dalam aksi penolakan pemberlakuan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya. Kita juga tidak melupakan tanggal 30 September 1965 sebagai sejarah gelap bangsa ini. G-30S/PKI adalah kekaburan sejarah yang kita tidak pernah tahu kebenarannya. Bulan September adalah bulan penuh air mata, bulan penuh kenangan duka. Bagi korban pelanggaran HAM, bulan September adalah ingatan tentang kehilangan, tentang tumpukan pertanyaan, mengapa mereka dibunuh dan hingga kini, tidak ada yang bertanggung jawab atas kematian mereka.
September dan Hak Asasi Manusia (HAM)

Koordinator Kontras, Usman Hamid pernah menyatakan bahwa September dapat di katakan sebagai Bulan Hak Asasi Manusia. Saya juga sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Usman Hamid. Sejarah mencatat, banyak peristiwa pelanggaran HAM yang sampai sekarang belum mendapat jawaban titik terangnya. Pada tanggal 7 september 2004, aktivis pejuang dan pembela HAM, Munir dibunuh dalam penerbangannya ke Belanda. Sampai sekarang kejelasan tentang siapa dalang pembunuh Munir, masih penuh tanda tanya. Pada tanggal 12 September 1984, Amir Biki tewas dalam tragedi Tanjung Priok. Siapa yang menghilangkan nyawa Amir, sampai sekarang pun negara seperti menutup mata dengan peristiwa yang terjadi 25 tahun lalu itu.

Pada hari Jumat, 22 September 2006, Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marianus Riwu tewas di tembak dalam pelaksanaan eksekusi hukuman mati di Palu, Sulawesi Tengah. Ketiga martir dari poso itu menjadi tumbal kekerasan kemanusiaan. Sampai sekarang, mereka yang di sebut sebagai aktor intelektual kerusuhan Poso, tidak pernah terungkap. Pada tanggal 24 September 1999, Yap Yun Hap, mahasiswa Universitas Indonesia, tewas di terjang peluru aparat dalam aksi penolakan pemberlakuan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya. Kita juga tidak melupakan tanggal 30 September 1965 sebagai sejarah gelap bangsa ini. G-30S/PKI adalah kekaburan sejarah yang kita tidak pernah tahu kebenarannya. Bulan September adalah bulan penuh air mata, bulan penuh kenangan duka. Bagi korban pelanggaran HAM, bulan September adalah ingatan tentang kehilangan, tentang tumpukan pertanyaan, mengapa mereka dibunuh dan hingga kini, tidak ada yang bertanggung jawab atas kematian mereka.

September dan dunia internasional

Bulan September juga menghadirkan banyak peristiwa yang mengubah dan mengguncang dunia internasional. Selain perisitiwa serangan teroris 11 September 2001 (WTC), sejarah juga mencatat beberapa peristiwa penting selama bulan September. Pada tahun lalu, tepatnya tanggal 15 September 2008, sejarah mencatat sebagai runtuhnya bank investasi raksasa Amerika Serikat, Lehman Brothers. Kebangkrutan Lehman adalah krisis terbesar dalam sejarah perbankan AS. Imbasnya bukan saja di AS, tetapi ikut mempengaruhi perekonomian dunia.

Salah satu peristiwa lainnya adalah Sidang Umum PPB pada hari Rabu, 23 September 2009 di New York, AS. Sidang yang dihadiri para pemimpin dunia dan diplomat dari 192 negara anggota PBB tahun itu, meninggalkan kesan yang heboh. Ketika pemimpin Libya, Moammar Khadafy sedang berpidato, delegasi Israel meninggalkan ruang sidang.Hal ini di karenakan usulan Khadafy memberi solusi gila masalah Israel-Palestina dengan membentuk negara bernama Isratina, yakni gabungan Israel-Palestina sebagai satu negara berdaulat. Tindakan heboh dan kontroversial Khadafy di lanjutkan dengan merobek salinan Piagam PBB serta mengatakan Dewan Keamanan PBB sebagai “dewan teror” dan mengusulkan agar sekretariat DK PBB di pindahkan ke Libya. Selain itu, di saat presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berpidato, utusan Amerika Serikat, Kanada dan sebagian Negara lainnya juga keluar dari ruang sidang. Di bulan September ini juga kita mencatat keikutsertaan Indonesia dalam KTT G-20 di Pittsburgh, AS. Pertemuan kelompok G-20 yang semula hanya forum para menteri keuangan dan gubernur bank sentral, menghasilkan kesepakatan untuk mendudukan G-20 sebagai pengganti fungsi dan peran G-8 selaku forum kerja sama utama ekonomi global.

 

Beberapa tanggal penting di bulan September:

 

 

sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/September

http://www.kulinet.com/baca/september/912/

http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_hari_penting_di_Indonesia

https://ekobudisetiyawan.files.wordpress.com/2012/07/rayuan-romantis.jpg?w=300

 

Jurusan Perminyakan: Kalo aku jadi SPBU, pasti tiap hari ada tulisan ‘CINTA HABIS’ soalnya kamu telah memborong semua cintaku.

Jurusan Sistem Informasi: Kayanya laptopku error deh, soalnya tiap mau ngetik deket-deket kamu font yg keluar selalu Times New “Romance”.

Jurusan Teknik Informatika: Ketika virus yang bernama CINTA.exe menyerang hatiku yang membuatku teringat selalu padamu.

Jurusan Teknik Elektro: Aku memang anak elektro, tapi akupun tak mengerti kenapa sentuhanmu bisa menyetrum kalbuku.

Jurusan Geofisika: perlu banyak alat untuk tahu apa isi bumi, tapi tak perlu banyak alat untukmu mengetahui isi hatiku

Jurusan Kedokteran: tanpa membedah isi hatimu pun, aku tahu kamu mencintaiku

Jurusan Teknik Lingkungan: Senyummu bagaikan global warming, yang mampu mencairkan isi hatiku.

Jurusan Seni Rupa: Kau warnai duniaku dengan cinta dan kasih sayang.

Jurusan Seni Musik: aku dan kamu bagaikan nada-nada yang bila berkumpul akan membentuk suatu harmoni

Jurusan Keperawatan: Mencintaimu bagaikan diare, tak dapat ditahan lagi.

Jurusan Ekonomi : Aku tiap hari menulis nomor dan menghitung, namun hanya 1 angka yang aku suka yaitu Dirimu Satu

Jurusan Pertanian : Kau bagaikan Bunga yang selalu harum untuk ku, namun aku lebih suka kau seperti air yang mengaliri menyegarkan dalam Hidup ku

Jurusan Peternakan : Jangan biarkan sendiri, karena bagaimanapun aku gak menggigit tetapi aku akan membawa Terbang seperti burung di Langit kemana kau suka….!!!

Jurusan Kehutanan : Aku mempelajari keAjaiban Tuhan di dalam Hutan dengan berbagai Hal hal yang Indah dan Unik, Namun hanya kehadiranmu di dekat saya yang terINDAH bagiku mengisi kesepianku…..!!

jurusan pajak : aku tak biasa mengisi SPT , aku hanya terbiasa mengisi Hatimu

Jurusan Sosiologi: kalo Karl Marx bilang kita berjuang utk sampai di kelas Scientific Communism, kalo menurutku aku berjuang utk sampai di hati kamu

Jurusan hukum 1 : Hukum memang abstrak, tapi cintaku padamu 100% nyata..
Jurusan hukum 2 : Aku senang, karena mencintaimu gk d larang dalam KUHP.

mahasiswa Dkv gan = Indahnya sentuhan vektor dalam seni digital imaging tidak seindah dan semanis senyum wajah narsis mu yang ku tangkap dalam finder dalam mata kuliah photography ku

jurusan komp.akun : aku dapat membuat program untuk mengatur laporan keuangan, tapi aku tak dapat membuat program untuk dapat mengukur laporan cintaku padamu~

jurusan hukum : aku terbiasa menghukum orang yang bersalah, tapi aku akan selalu menjadi pihak pembelamu~

jurusan fotografi : tak ada foto yang lebih indah selain dirimu~

jurusan koki : semua makanan akan terasa lebih nikmat saat ada bumbu cinta darimu

anak psikologi ijin nyumbang gan,,
“kalau motif itu belum jelas tapi kamu adalah motivasi aku untuk menjelaskan kalau aku suka kamu”

jurusan Kedokteran Gigi
“ku tahu betapa sulitnya melakukan cabut (ekstraksi) gigi. tapi perlu kau sadari bahwa aku jauh lebih tak mampu mencabut anak panah cupid ini dari hatiku.”

Jurusan Teknik telekomunikasi : Tanpa memakai antena pun kamu udah tahu kok signal cinta yang aku kirim ke hatimu….

Jurusan perikanan dan kelautan gan : Bagiku, kau adalah satu2nya ikan di lautan hatiku…

Jurusan Arsitek : aku tak salah mencintaimu,karena aku sudah menghapal Denah-denah menuju hatimu

Jurusan DKV : cinta ku kepadamu sebesar kertas A2 dan mungkin cintaku setebal Tinta Cina.

Jurusan teknik sipil = pondasi cinta yang kau tanamkan di hati ini takkan goyah sekalipun gempa menerpa

Jurusan Teknik Kimia
“pantesan hatiku dah jenuh ma cewek laen, ternyata kamu telah menitrasi hatiku..”

Jurusan farmasi: kau bagaikan air sedangkan aq naoh, bila kehadiranmu membuat terjadi ledakan besar dalam hatiku

jurusan teknik geodesi:
“Tidak perlu alat ukur untuk mengetahui posisi cintaku, karena posisi cintaku yang sebenarnya hanya ada di hatimu”

Jurusan Teknik Kelautan: Cintaku padamu bagai deburan energi ombak yang menghantam breakwater,,

jurusan kimia : walaupun HCl menjadi basa, NaOH menjadi asam kau akan tetap selalu menjadi kekasihku selamanya…

 

jadi apa jurusanmu? (^_^)

Bagi sebagian orang, penetapan awal suatu bulan dalam kalender islam atau hijriah menjadi sebuah hal penting yang harus ditentukan karena menyangkut kepentingan umat dalam menjalankan suatu ibadah yang telah ditentukan dalam syariat islam. Namun demikian, hal tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan ketika akan menentukan awal bulan karena begitu banyak perbedaan pendapat yang mendasarinya. Berbagai istilah dalam agama islam seperti hilal, hisab, dan ruhyat sering membuat orang merasa kebingungan dalam memahaminya. Berikut pengertian dari beberapa istilah tersebut:

Pengertian Hilal

Hilal adalah sabit bulan baru yang menandai masuknya bulan baru pada sistem kalender Qomariyah atau Hijriah. Hilal merupakan fenomena tampakan Bulan yang dilihat dari Bumi setelah ijtimak atau konjungsi. Perbedaan tempat dan waktu di Bumi mempengaruhi tampakan hilal. Hilal sangat redup dibandingkan dengan cahaya Matahari atau mega senja. Dengan demikian hilal ini baru dapat diamati sesaat setelah Matahari terbenam.
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tampakan hilal. Hal ini menyangkut kriteria visibilitas hilal. Kedudukan Bumi, Bulan, dan Matahari memungkinkan tinggi dan azimut Bulan dapat dihitung saat Matahari terbenam. Demikian halnya dengan beda tinggi dan jarak sudut antara Bulan dan Matahari. Tidak kalah pentingnya adalah faktor atmosfer dan kondisi pengamat yang ikut menentukan kualitas tampakan hilal.

Dan Menurut wikipedia, hilal adalah bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam.

Apa itu konjugasi? Liat gambar siklus bulan ini:

 

Lihat di bentuk bulan baru atau “new”. Nah, saat fase konjugasi Bumi-bulan-matahari berada dalam satu garis lurus, dan saat konjugasi, bulan benar-benar tidak terlihat. Pengamatan hilal ini dilakukan saat matahari terbenam.

Seperti ini contoh proses munculnya hilal :

Nah, pada kondisi inilah matahari terbenam lebih dahulu dari pada bulan. Dan saat inilah hilal bisa terlihat. Kalau bulan yang terbenam lebih dulu, mustahil melihat hilal. Seperti yang dikutip dari rukyatulhilal.org, hilal dianggap terlihat dan besoknya ditetapkan sebagai awal bulan, apabila salah satu syarat-syaratnya adalah ketika matahari terbenam, ketinggian bulan di atas horizon tidak kurang (berarti harus lebih) dari 2 derajat dan jarak lengkung bulan-matahari (sudut elongasi) tidak kurang dari 3 derajat.

Dan seperti inilah bentuk hilal alias bulan sabit muda/baru :

 

Pengertian Hisab

Secara harfiyah HISAB bermakna ‘perhitungan’. Di dunia Islam istilah ‘hisab’ sering digunakan sebagai metode perhitungan matematik astronomi untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi.
Penentuan posisi matahari menjadi penting karena umat Islam untuk ibadah shalatnya menggunakan posisi matahari sebagai patokan waktu sholat. Sedangkan penentuan posisi bulan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam Kalender Hijriyah. Ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat orang mulai berpuasa, awal Syawal saat orang mengakhiri puasa dan merayakan Idul Fitri, serta awal Dzulhijjah saat orang akan wukuf haji di Arafah (09 Dzulhijjah) dan hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah).

 

Pengertian Ruhyat

Ruhyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Ruhyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Ruhyat dilakukan setelah matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding cahaya matahari, serta ukurannya sangat tipis.

Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya. Perlu diketahui bahwa dalam kalender Hijriyah, sebuah hari diawali sejak terbenamnya matahari waktu setempat, bukan saat tengah malam. Sementara penentuan awal bulan (kalender) tergantung pada penampakan (visibilitas) bulan. Karena itu, satu bulan kalender Hijriyah dapat berumur 29 atau 30 hari.

 

sumber :

http://www.klikunic.com