Kuliah Kerja Nyata atau Kisah Kasih Nyata? hehehe..

Posted: 30 Juni 2012 in dunia sosiologi

Menjelang akhir pendidikan Strata-1 (S1),  setiap mahasiswa pasti akan menjalani masa-masa dimana mereka akan berada pada situasi bersosialisasi dengan masyarakat atau sering disebut dengan istilah Kuliah Kerja Nyata atau KKN. Di saat KKN ini, para mahasiswa yang menjalaninya setidaknya harus mempunyai sense of sociality yang tinggi karena itu akan sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat yang memang merupakan objek kajian dalam ber-KKN.

Sejarah KKN

Dalam sejarahnya di Indonesia, KKN berawal pada periode tahun 1950-1962 yang dilaksanakan dengan tujuan membantu program pemberantasan buta huruf dan program PTM (mengisi kekurangan guru sekolah lanjutan di luar pulau Jawa). Kemudian pada tahun 1963 dilaksanakan program BIMAS (Bimbingan Masyarakat) dan TKS (Tenaga Kerja Sukarela) yang bertujuan untuk peningkatan produksi pertanian. Pada tahun 1971 UGM melalui Prof. Koesnadi Hardjosoemantri mengusulkan Program KKN kpd Dir.Pend.Tinggi, Depdikbud sebagai kegiatan intrakurikuler bersifat pilihan (Un-And wil barat;UGM wil tengah;Un-Has wil timur),diseminarkan di Jogja 1972. Pada tahun ajarana 1973/1974 KKN dilaksanakan di 13 Per.Ti. 2 tahun kemudian pada periode 1975/1976 dilaksanakan di 29 Per.Ti. Hingga pada tahun ajaran 1975/1976 program KKN sudah di laksanakan di seluruh PTN dan PTS.

KKN merupakan salah satu bentuk dari upaya pengaplikasian Tri Darma Perguruan Tinggi yakni Pengabdian Kepada Masyarakat. Dalam KKN ini mahasiswa diharapkan dapat membantu berbagai macam permasalahan yang terjadi di masyarakat. Mahasiswa mempunyai peranan yang cukup tinggi dalam KKN ini karena mereka akan menjadi motor penggerak dalam program-program yang telah dicanangkan dalam proses pembangunan desa. Ada beberapa peran penting yang harus dilakukan oleh mahasiswa dalam melakukan KKN diantaranya adalah pemberi motivasi, pemberi informasi, pelancar proses difusi teknologi, dan penghubung antar sistem di masyarakat.

Story of KKN

Dalam proses pelaksanaannya, setiap mahasiswa pasti mempunyai cerita masing-masing yang terjadi pada KKN-nya. Dengan tempat, masyarakat, dan kultur desa tempat menjalankan KKN yang berbeda membuat mahasiswa punya cerita-cerita yang berbeda pula. Banyak yang memiliki cerita manis kala KKN ketika mendapatkan penempatan di desa yang menyenangkan dan masyarakatnya juga ramah, belum lagi yang secara tidak sengaja menemukan jodoh hidup di desa tempat mereka KKN (ini yang namanya Kisah Kasih Nyata..). Namun tidak sedikit pula yang harus rela mempunyai pengalaman kurang menyenangkan kala melakukan KKN. Ada yang tidak bisa hidup dengan pola hidup sederhana di desa dibandingkan ketika dia hidup di kota, KKN di desa terpelosok yang ketika mau mandi harus berjuang dahulu mencari air, nggak ada listrik, masyarakatnya kurang ramah, desanya horor atau bah kan merupakan desa yang menjadi tempat bersarangnya orang-orang jahat. hiiiiiii.. (^_^)

Itu semua memang menjadi bumbu-bumbu cerita kala mahasiswa melakukan KKN. Dengan kultur budaya yang berbeda dengan gaya hidup yang ada di daerah perkotaan tempat kampus mereka berada, membuat para mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan baik jika ingin mempunyai kenangan manis pada Curiculim Vitae mereka. Ada yang mempu mengatasi semua kemungkinan terburuk dengan menjadi lebih dekat pada masyarakatnya, bahkan hingga bisa mendapatkan jodoh diantara warga masyarakat itu sendiri. Ini sebenarnya yang banyak bergelantungan dipikiran para mahasiswa menjelang mereka KKN apalagi yang masih belum mempunyai pasangan alias jomblo. Dalam pikiran mereka “Gimana ya nanti KKNnya?”, “Orangnya ramah2 nggak ya?”, “Moga KKN ntar bisa dapet jodo juga”, xixixixi…

Namun sebenarnya inti dari KKN adalah membantu masyarakat sesuai dengan kebutuhan desa tersebut. Dan ada beberapa program yang memang rutin selalu dilakukan oleh para mahasiswa terutama mahasiswa Universitas Jember tempat penulis melakukan KKN, diantaranya:

1. Program pelaksanaan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Dalam program ini, berawal dari keprihatinan para pelaku pendidikan melihat kurang pedulinya warga desa terhadap PHBS seperti kurang sekali adanya MCK (Mandi Cuci Kakus) yang layak membuat diadakannya program ini. Masih banyak yang melakukan segala aktivitas MCK di sungai-sungai yang sebenarnya tidak baik untuk kesehatan. Sasaran PHBS ini ditujukan pada para generasi muda (anak-anak SD) karena dari pundak mereka kehidupan masa yang akan datang dilaksanakan disamping tahap sosialisasi pada anak yang mudah untuk meniru segala hal.

para siswa SD cuci tangan

dengan ditemani kakak mahasiswa, para siswa antusias mengikuti program PHBS

2. Program Pelatihan Keterampilan Masyarakat Desa

Lebih menitikberatkan pada pengembangan potensi yang ada di desa tempat KKN kepada unsur ekonomi. Dengan potensi yang ada sebenarnya bisa dimanfaatkan menjadi lahan untuk mendapakan penghasilan. Memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat desa akan membuat pemikiran mereka menjadi terbuka akan sebuah potensi yang bisa menghasilkan keuntungan sehingga kehidupan masyarakat di desa bisa menjadi lebih baik lagi

mahasiswa memeragakan keterampilan mengolah jamur pada ibu-ibu desa

mahasiswa memeragakan cara pembuatan susu kedelai

ibu-ibu PKK sedang memperhatikan para mahasiswa memeragakan keterampilan pembuatan sule

3. Pendidikan tambahan pada generasi muda (anak-anak SD) di desa

Merupakan salah satu program yang ditujukan kepada para siswa-siswi usia SD di luar jam sekolah, selain bimbingan belajar tambahan, ada pula pengenalan pembelajaran komputer pada mereka sehingga diharapkan bisa menambah khasanah pengetahuan para generasi penerus bangsa ini.

mahasiswa memberikan bimbingankepada para siswa-siswi SD

penulis berpose bersama siswa bimbingan belajar setelah belajar menggunakan laptop

cerita-cerita lain KKN :

makan bersama ditengah hujan gerimis.. yang penting kebersamaannya.. (^_^)

penulis mengikuti pengajian (tahlilan) di salah satu rumah perangkat desa

penulis dkk bersama perangkat desa

my team.. (^_^)

ini mungkin yang dinamakan kisah kasih nyata… hihihi..

nungguin cowok yang lagi sibuk (^_^)

gerimis mengundang kebersamaan.. hehehe.. :p

ada yang bisa saya bantu mbak? hehehe..

 

sebenarnya masih banyak cerita-cerita menarik yang bisa terjadi pada saat melakukan KKN, namun jika dijabarkan semua maka akan bisa membuat sebuah buku.. hahaha…

buat yang baca dan lihat artikel ini, dikomen juga ya..

tapi yang jelas pada intinya mahasiswa KKN adalah mahasiswa yang sedang belajar untuk bersosialisasi diri dengan masyarakat dan kehidupannya. sebagian cerita-cerita di atas merupakan bumbu-bumbu manis yang pastinya akan selalu terjadi pada setiap mahasiswa KKN.

Jadi, apa cerita KKNmu? (^_^)

 

sumber : presentasi Power Poit oleh Drs. Albertus Djoko Lesmono, M.Si pada saat pembekalan KKN mahasiswa Universitas Jember

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s