Mau Pacaran atau Ta’aruf? (^_^)

Posted: 2 Juli 2012 in dunia islami

Pacaran atau ta’aruf ya?

Banyak orang yang masih bingung ketika ditanya apakah memilih pacaran atau ta’aruf dengan identitas diri mereka sebagai  orang islam. Mau pacaran, tapi islam nggak mengenal pacaran. Mau ta’aruf, tapi mereka ingin kenal lebih dalam dulu sama lawan jenisnya. Jadi membuat orang serba bingung.

Pacaran bagi sebagian orang merupakan sarana untuk membuat pasangan bisa lebih dekat satu sama lain dan mengenal karakter masing-masing sehingga dari sana orang bisa menentukan apakah pacar mereka itu cocok dan pantas untuk diubah statusnya menjadi suami/istri mereka. Melalui proses pacaran ini pula, pasangan bisa saling mengerti kekurangn dan kelebihan masing-masing sehingga bisa lebih mantap ketika menjalani biduk rumah tangga kelak. Namun dalam hukum islam, pacaran bisa dikatakan haram karena seringkali mengundang hawa nafsu dan rayuan setan, tatapan mata aja haram kalo bukan muhrim apalagi berpegangan tangan atau peluk-pelukan.

Ta’aruf pun bagi sebagian orang juga membuat mereka bimbang, bagaimana tidak? dalam pandangan kebanyakan orang awam, ta’aruf lebih pada tujuan langsung ke jenjang pernikahan setelah bertemu tanpa adanya penjajagan atau pengenalan sifat satu sama lain sehingga memunculkan kekhawatiran akan ketidakcocokan kala membina rumah tangga. Hal ini yang sebenarnya menjadi ketakutan sebagian orang kala memilih untuk berta’aruf daripada berpacaran. Ya, bagai membeli kucing di dalam karung.

Untuk lebih jelasnya kita simak perbedaan Ta’aruf dan pacaran y..

Ta’aruf

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah – taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.

Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

Proses Ta’aruf

Dalam upaya ta’aruf dengan calon pasangan, pihak pria dan wanita dipersilakan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi,taaruf bukanlah bermesraan berdua,tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkn sebuah perjalanan panjang brdua. ta’aruf seper hal nya dengan pacaran secara islam

Tujuan Ta’aruf

Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. Sisi yang dijadikan pengenalan tak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting, misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang saksama, bukan cuma sekadar curi-curi pandang atau melihat fotonya. Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung, bukan melalui media foto, lukisan, atau video.

Pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat, jadi tak ada salahnya untuk dilihat.

 

Pacaran

Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan.[1] Pada kenyataannya, penerapan proses tersebut masih sangat jauh dari tujuan yang sebenarnya. Manusia yang belum cukup umur dan masih jauh dari kesiapan memenuhi persyaratan menuju pernikahan telah dengan nyata membiasakan tradisi yang semestinya tidak mereka lakukan.

Aktifitas Berpacaran

Tradisi pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya dan sangat dipengaruhi oleh tradisi individu-individu dalam masyarakat yang terlibat. Dimulai dari proses pendekatan, pengenalan pribadi, hingga akhirnya menjalani hubungan afeksi yang ekslusif. Perbedaan tradisi dalam pacaran, sangat dipengaruhi oleh agama dan kebudayaan yang dianut oleh seseorang. Menurut persepsi yang salah, sebuah hubungan dikatakan pacaran jika telah menjalin hubungan cinta-kasih yang ditandai dengan adanya aktivitas-aktivitas seksual atau percumbuan. Tradisi seperti ini dipraktikkan oleh orang-orang yang tidak memahami makna kehormatan diri perempuan, tradisi seperti ini dipengaruhi oleh media massa yang menyebarkan kebiasaan yang tidak memuliakan kaum perempuan. Sampai sekarang, tradisi berpacaran yang telah nyata melanggar norma hukum, norma agama, maupun norma sosial di Indonesia masih terjadi dan dilakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi yang tidak mememiliki pengetahuan menjaga kehormatan dan harga diri yang semestinya mereka jaga dan pelihara.

 

Nah, kita sedikit banyak udah tahu tentang beda orang pacaran dan ta’aruf. Dari sana kita bisa menyimpulkan sendiri lebih baik pacaran ataukah ta’aruf. Masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan sehingga setiap orang bisa memilah-milah sendiri sesuai dengan keinginannya..

Jadi, Mau Pacaran atau Ta’aruf? (^_^)

 

 

sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Taaruf

http://id.wikipedia.org/wiki/Pacaran

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s