Bersahabat Dengan Bencana

Posted: 14 Juli 2012 in dunia sosiologi

Indonesia selama ini dikenal sebagai daerah yang rawan dengan berbagai bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, hingga tanah longsor. Wilayah Indonesia yang berada di kawasan tropis berbentuk kepulauan dengan jumlah pulau 17.504 buah, luas perairan laut 7,9 juta km2, dan luas daratan 1,86 juta km2 menyebabkan rawan bencana. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 238 juta orang berdasarkan Sensus Penduduk Tahun 2010, 59% diantaranya tinggal di Pulau Jawa (140 juta orang) dengan rata-rata kepadatan penduduk  1000 orang/km2.

Adanya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global akan semakin meningkatkan terjadinya bencana di Indonesia. Bencana memiliki sifat uncertainty yg tinggi, yang pasti adalah ancaman bencana selalu ada di Indonesia sehingga perlu menekankan upaya penanggulangan bencana secara sistematik (disaster management)

Berikut adalah beberapa definisi bencana

  • UN-ISDR (2000) United Nation-International Strategy for Disaster Reduction

            Suatu gangguan serius terhadap keberfungsian masyarakat, sehingga menyebabkan kerugian yang meluas pada kehidupan manusia dari segi materi, ekonomi atau lingkungan, dan gangguan itu melampaui kemampuan masyarakat yang bersangkutan untuk mengatasi dengan menggunakan sumberdaya mereka sendiri.

  • Undang-Undang No 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana

            Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yg disebabkan, baik faktor alam, non alam maupun manusia, shg menyebabkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Siklus Bencana

Klasifikasi Bencana

  • Berdasar jenisnya:
    • Alam
    • Non alam / ulah manusia
    • Berdasar terjadinya:
      • Perlahan (slow onset)
      • Mendadak (sudden onset)
  •  Berdasar aspek penyebabnya:
    • Geologi
    • Hidrometeorologi
    • Biologi
    • Teknologi
    • Lingkungan

 

Jenis Bencana (UU No. 24/2007 Tentang Penanggulangan Bencana Bab I: Ketentuan Umum, Pasal 1)

  • Bencana Alam
    • (1) gempa bumi, (2) tsunami, (3) gunung meletus, (4) banjir, (5) kekeringan, (6) angin topan, (7) tanah longsor
  • Bencana Non-Alam
    • (8) gagal teknologi, (9) gagal modernisasi, (10) epidemi, (11) wabah penyakit
  • Bencana Sosial
    • (12) konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, (13) teror

Dampak Bencana

  • Korban meninggal dunia
  • Korban luka
  • Kerusakan properti, harta benda
  • Kerusakan lahan, hewan dan tanaman
  • Hilangnya produksi
  • Hilangnya penghidupan / mata pencaharian
  • Hilangnya pelayanan publik
  • Kerusakan prasarana dan infrastruktur
  • Kerugian ekonomi
  • Dampak sosial dan psikososial

    Beberapa istilah dalam proses penanggulangan bencana

    • Pencegahan (prevention)
    • Adaptasi (adaptation)
    • Mitigasi (mitigation)
    • Kesiapsiagaan (preparedness)
    • Kesiagaan (readiness)
    • Penguatan (retrofitting)
    • Kedaruratan kompleks (emergency complex)
    • Tanggap darurat ( emergency response)
    • Pemulihan (recovery)
    • Perbaikan (rehabilitation)
    • Pembangunan kembali (reconstruction)

    Dalam menghadapi kemungkinan terjadinya suatu bencana, BNPB (Badan Penanggulangan Bencana) merumuskan beberapa langkah yang bisa diaplikasikan demi mencegah ataupun meminimalisir risiko yang ditimbulkan oleh bencana tersebut. Terdapat 3 (tiga) tahap diantaranya:

  • 1.      Tahap Pra-Bencanaü  Penilaian Resiko (Pemetaan daerah Rawan, analisis resiko)

    ü  Pendidikan dan Pelatihan, TOT aparatur pemerintah dan masyarakat

    ü  Pusat Pengendalian Operasi

    ü  Penyusunan Pedoman dan Protap

    ü  Peningkatan Kewaspadaan Masyarakat

    ü  Penyusunan Rencana Nasional Penanggulangan Bencana 2010 – 2014

    ü  Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

  • 2.      Tahap Saat Bencanaü  Pencarian dan Penyelamatan Korban

    ü  Bantuan Darurat Kemanusiaan berupa makanan, pakaian dan shelter

    ü  layanan kesehatan termasuk trauma psikologis

    ü  Sanitasi dan kesehatan lingkungan

  • 3.      Tahap Pasca Bencanaü  Rehabilitasi dan Rekonstruksi dilakukan secara terkoordinasi dan terpadu diantara antar instansi terkait

    ü  Bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi diajukan kepada Ka BNPB melalui Gubernur

 

 

Disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Syamsul Maarif dalam kuliah umum Pengantar Manajemen Penanggulangan Bencana Indonesia di Sosiologi Universitas Jember

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s