Menjadi Relawan Bencana Merapi 2010

Posted: 14 Juli 2012 in dunia saya, dunia sosiologi

Bencana..

Satu kata yang sulit lepas dari negara ini. Ya, seperti yang telah terposting pada tulisan sebelumnya, Indonesia adalah negara yang sangat rawan akan terjadinya suatu bencana. Berbagai kerentanan dan risiko yang ada di Indonesia membuat bencana bisa datang kapan saja. Kita pasti tidak akan pernah lupa akan bencana dahsyat Gempa dan Tsunami yang terjadi di Aceh pada 2004 silam, gempa bumi di Jogja pada tahun 2006, meletusnya gunung Merapi tahun 2010, dan masih banyak lagi bencana lain yang telah menimpa Indonesia.

Dalam artikel ini, penulis akan sedikit banyak melanjutkan tentang berbagai penanganan yang dilakukan dalam menanggulangi bencana seperti yang telah dituliskan dalam artikel “Bersahabat Dengan Bencana”. Bagaimana mengenai penanganan kepada korban bencana terutama pada saat terjadinya bencana tersebut.

Dimulai pada saat penulis bersama para sahabat kuliah akan pentingnya partisipasi mahasiswa terhadap korban bencana alam membuat kami tergerak untuk membantu mereka. Ketika Gunung Merapi meletus pada pertengahan tahun 2010, banyak sekali bala bentuan dari berbagai pihak yang mengalir kepada para korban sehingga kami pun berusaha turut serta meringankan beban para korban.

Kami yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Sosiologi Lingkungan & Kebencanaan melakukan penggalangan dana dengan meminta sumbangan kepada para pengguna jalan di sekitar ruas jalan kota Jember. Dengan dana yang terkumpul sekitar 5 juta rupiah yang berhasil diraup dalam hitungan 1 minggu membuat kami merasa cukup untuk berangkat ke lokasi kejadian untuk membantu para korban bencana letusan Merapi. Dengan membawa 5 awak mahasiswa (termasuk penulis) bersama seorang petugas akademik fakultas, kami berangkat dengan misi membantu para korban. Hehehe..

Setibanya di lokasi tepatnya di daerah Klaten, kami berusaha untuk mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh para relawan yang membantu para korban merapi. Ada beberapa hal yang harus dilakukan terutama yang menyangkut hal-hal yang sangat urgent, seperti apa yang telah dilakukan oleh relawan FPBI (Forum Peduli Bencana Indonesia) seperti pada kegiatan berikut ini:

1. Kaji Cepat Kebutuhan Pengungsi

Menjadi sangat penting ketika pengungsi membutuhkan kebutuhan pokok seperti sandang dan pangan. Di sini, para relawan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membagikan bantuan yang telah diberikan oleh donatur secara adil kepada para korban, seperti makanan, minuman, selimut, peralatan mandi, baju dan sebagainya sehingga para pengungsi tidak terlantar.

relawan membagikan kebutuhan pagi para pengungsi

mendata kebutuhan pengungsi

2. Trauma Healing Anak Pengungsi

Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para anak-anak korban bencana alam, maka diberikanlah kegiatan trauma healing yang bertujuan untuk menceriakan perasaan mereka setelah terjadi bencana sehingga mereka para anak-anak tidak larut akan kesedihan setelah ditimpa suatu bencana.

anak-anak korban Merapi 2010 berkumpul untuk bersenang-senang

penulis bersama anak-anak pengungsi

penulis mengajari anak-anak membuat origami (^_^)

 

3. Dapur Khusus Air Panas 24 Jam (Balita, Anak, Lansia, Ibu Menyusui, & Ibu Hamil)

Banyak para pengungsi yang membutuhkan air panas atau hangat untuk berbagai keperluan seperti untuk balita, ibu hamil dan terutama bagi para lansia yang mempunyai kebiasaan menyeruput minuman hangat atau dalam bahasa jawanya adalah “wedang”. Kebutuhan ini bisa dikatakan cukup penting karena bisa sangat membantu bagi mereka yang dimaksudkan di atas.

kesibukan di dapur air panas

relawan membagikan air hangat kepada pengungsi..

4. Posko Logistik & Distribusi

Persediaan kebutuhan sandang dan pangan sangat diperlukan bagi para pengungsi. Di posko ini disimpan berbagai kebutuhan sehari-hari yang akan diperlukan oleh para pengungsi.

relawan mendata dan mencatat berbagai bantuan barang di posko logistik

penulis di posko logistik (^_^)

5. Air & Sanitasi

Salah satu hal yang juga sangat penting untuk kebutuhan para pengungsi yakni air dan sanitasi. Kebutuhan untuk mandi, minum, menyuci, dan sebagainya menuntut adanya tempat untuk air dan sanitasi tersebut karena memang dengan kondisi lapangan tempat pengungsian yang serba terbatas membuat arti pentingnya tempat ini.

para pengungsi memanfaatkan air untuk kebutuhan mandi dan mencuci

6. Dapur Umum

Tempat dimana para relawan menyiapkan makanan bagi para pengungsi dan korban bencana, tidak lupa pula bagi relawan itu sendiri.

bergotong royong memasak makanan

 

Dari berbagai dinamika kehidupan yang terjadi pada masyarakat korban bencana alam tersebut setidaknya para relawan bisa memberikan sebuah pengabdian dirinya kepada sesama yang sangat membutuhkan. Apalagi kepada yang sedang tertimpa bencana alam, menjadi seorang relawan tidaklah sumbangan buruk dari seseorang melainkan bantuan tenaga dan moril yang sangat dibutuhkan selain bantuan dana yang diberikan oleh para donatur.

Menjadi relawan? Siapa takut.. (^_^)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s