Wisuda, wisuda, dan wisuda…

Posted: 14 Juli 2012 in dunia sosiologi

 

Seneng…

Bahagia..

Haru..

Syukur..

Dan semua rasa sukacita bercampur jadi satu ketika kita telah mencapai satu kata yakni “wisuda” dalam jenjang karir pendidikan kita, terutama pada para mahasiswa-mahasiswi yang telah mampu menyelesaikan studi mereka di Perguruan Tinggi baik itu untuk jenjang D3, S1, S2, ataupun S3. Rasa syukur tiada hentinya pasti mereka ucapkan karena telah berhasil menyelesaikan masa studi yang bisa dibilang cukup melelahkan. Membutuhkan waktu minimal 3 tahun untuk mahasiswa D3, 4 tahun untuk S1, dan seterusnya atau bahkan mungkin lebih dari itu bagi mereka yang memiliki “kecintaan” kepada kampus mereka bertempat kuliah. Ada yang 5 tahun, 6 tahun, 7 bahkan ada yang menyelesaikan semua kuota yang disediakan oleh pihak kampus selama 15 semester. Hehehehe..

Ucapan selamat tidak berhenti mengalir diucapkan dari para sahabat, kakak/adik angkatan, bapak/ibu dosen, petugas TU/Akademik, satpam kampus, temen kost, ibu/bapak kost, tetangga kost, keluarga dan kerabat, pacar, saudara, dan terutama dari kedua orang tua kita yang telah memberi banyak sekali support atau dukungan kepada mereka yang telah diwisuda.

Memang, mampu melewati masa-masa sulit dalam proses perkuliahan telah memberikan rasa kepuasan tersendiri ketika diwisuda, namun tidak bisa dipungkiri pula bahwa para wisudawan-wisudawati pasti merindukan masa-masa indah mereka ketika masih menyandang status sebagai mahasiswa. Namun, semua itu sudah menjadi masa lalu yang harus dikenang sebagai bagian dari hidup yang terus berjalan. Dengan status sebagai seorang Ahli Muda, Sarjana, Master, ataupun Doktor, sang wisudawan sudah tentu terangkat derajatnya dalam tatanan sistem masyarakat sehingga mereka mempunyai kesempatan untuk lebih memperbaiki kedudukan mereka di dalam pergaulan masyarakat. Para wisudawan ini idealnya harus mampu menjadi penjembatan yang bisa menghubungkan antara konsepsi ataupun sistem yang terjadi dalam suatu masyarakat yang sebelumnya dipandang biasa saja menjadi lebih baik lagi, seperti contoh ketika dalam masyarakat tersebut sedikit yang berpendidikan tinggi maka peran para sarjana harus bisa mengajak para masyarakat setempat agar bisa menjadi masyarakat yang lebih berpendidikan dari sebelumnya.

Yang jelas pada intinya, para wisudawan/wati yang telah sukses mendapat gelar harus mampu menjadi pembaharu bangsa, atau minimal menjadi pembeda buat keberlangsungan pembangunan masyarakat sekitar karena dari pundak mereka diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang lebih baik dan lebih besar lagi menciptakan Indonesia yang lebih baik lagi.

Beberapa momen wisuda yang melibatkan penulis dikampus oranye Universitas Jember (Unej) Jatim. Ya, walaupun ane belum diwisuda minimal nampang dulu lah, hehehe.. :p

para wisudawan berpose bersama sahabat setelah menjalani proses wisuda yang cukup melelahkan.

 

penulis bersama salah satu sahabat yg telah berhasil diwisuda (^_^)

 

Dan finally, saya mengucapkan kepada semua yang telah menjalani prosesi wisuda hari ini di Gedung Soetardjo Universitas Jember, selamat atas wisudanya. Inget, kehidupan sesungguhnya baru dimulai hari ini lho..

Daoakan saja secepatnya saya menyusul kalian… Udah ditanyain terus nih.. hehehe.. :p

Congratulation ya..

Akhirnya.. (^_^)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s