Tradisi Menjelang Ramadhan

Posted: 18 Juli 2012 in dunia islami, dunia sosiologi

Bulan Ramadhan hanya tinggal menghitung hari, dan tidak terasa kita sebagai umat muslim akan kembali mendapat kewajiban untuk melaksanakan rukun islam yang ke empat yakni puasa di  bulan Ramadhan. Dan menjelang bulan suci ,banyak sekali tradisi yang dilakukan untuk menyambut bulan penuh berkah tersebut. Apalagi di Indonesia yang dikenal sebagai negeri sejuta budaya, beraneka ragam suku dan kebudayaan membuat Indonesia mempunyai berbagai macam cara dalam menyambut bulan penuh berkah. Berikut beberapa tradisi yang dilakukan oleh masyarakat di Indonesia:

1. Padusan

Padusan adalah proses dimana dilakukan pembersihan diri menjelang puasa kurang 1 (satu) hari,pembersihan diri biasa dilakukan dengan cara mandi besar karena padusan adalah berasal dari kata dasar adus (dalam bahasa jawa) yang artinya mandi

1311745807507265284

 

2. Ziarah Kubur

“ Dulu aku melarang kalian melakukan ziarah kubur maka sekarang berziaralah kalian karena ziarah kubur itu dapat melembutkan hati, membuat mata menangis dan mengingatkan kepada akhirat “ (HR. ALHAKIM dan lainnya)

Menjelang datangnya bulan ramadhan atau idul fitri biasanya banyak orang yang berziarah ke kuburan untuk mengenang orang tua, saudara maupun sanak saudara yang telah meninggal dunia. Sebenarnya untuk melaksanakan ziarah kubur waktunya tidak harus menjelang ramadhan atau idul fitri saja bisa kapanpun dilakukan namun karena sudah menjadi kebiasaan rasanya enak saja ketika dilaksanakan pada waktu-waktu tersebut.

 

3. Bermaaf-maafan

Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah.

Do’a Malaikat Jibril itu adalah:

“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);

2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;

3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

DSC_1456

 

4. Meugang

Tradisi Meugang berasal dari Aceh. Menjelang bulan Ramadhan, mereka patungan untuk membeli kerbau, menyembelihnya, lalu memakannya bersama-sama. Orang yang lebih mampu secara finansial biasanya juga memberikan sumbangan agar masyarakat yang kurang mampu dapat ikut serta menikmati tradisi ini.

 

5. Balimau

Balimau merupakan tradisi menyambut Ramadhan yang berasal dari Sumatera Barat. Dalam bahasa Minangkabau, balimau berarti mandi disertai keramas. Hal itu merupakan lambang pembersihan diri sebelum puasa dimulai. Acara balimau ini juga dilakukan secara beramai-ramai di sungai, danau, atau kolam.

 

6. Dugderan

Di Semarang, ada tradisi dugderan yang berbentuk festival dan pasar malam. Dugderan biasanya dilakukan satu minggu sebelum puasa. Banyak barang yang dijual para pedagang. Mulai dari mainan hingga pakaian. Ada pula hiburan seperti komidi putar.

Konon, dugderan berasal dari gabungan kata “dug” (suara bedug) dan “der” (suara meriam). Kedua benda ini dahulu dipakai untuk menandakan datangnya bulan suci Ramadhan.

 

7. Makan Kue Apem

Masyarakat Surabaya lazim mengonsumsi kue apem saat bulan puasa datang. Diduga, nama apem berasal dari bahasa Arab “Afwan” yang artinya maaf. Karena itu, secara simbolis apem diartikan meminta maaf kepada keluarga, teman, dan sanak saudara. Acara memakan kue apem bersama-sama dilanjutkan dengan bersalam-salaman dan tahlilan.

8. Perlon Unggahan

Di Banyumas, menjelang bulan Ramadhan mereka mengadakan Perlon Unggahan, yang merupakan acara makan besar. Banyak makanan yang disajikan, namun yang pasti ada adalah nasi bungkus, serundeng sapi, dan sayur becek. Serundeng sapi dan sayur becek harus disiapkan oleh 12 laki-laki, karena banyaknya kambing dan sapi yang disembelih.

 

Namun, dari berbagai tradisi budaya seperti yang ditulis di atas, ada satu tradisi yang sangat lekat akan negara Indonesia yakni tradisi naiknya harga kebutuhan bahan pokok. Selalu setiap tahun harga kebutuhan bahan pokok mengalami peningkatan bahkan jauh hari sebelum bulan Ramadhan itu datang, apalagi menjelang datangnya hari Raya Idul Fitri maka harga-harga tersebut akan semakin melonjak tinggi.

 

Lalu, apa tradisi menjelang Ramadhan yang ada di daerah kamu?

 

 

dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s