Archive for the ‘dunia saya’ Category

Bencana..

Satu kata yang sulit lepas dari negara ini. Ya, seperti yang telah terposting pada tulisan sebelumnya, Indonesia adalah negara yang sangat rawan akan terjadinya suatu bencana. Berbagai kerentanan dan risiko yang ada di Indonesia membuat bencana bisa datang kapan saja. Kita pasti tidak akan pernah lupa akan bencana dahsyat Gempa dan Tsunami yang terjadi di Aceh pada 2004 silam, gempa bumi di Jogja pada tahun 2006, meletusnya gunung Merapi tahun 2010, dan masih banyak lagi bencana lain yang telah menimpa Indonesia.

Dalam artikel ini, penulis akan sedikit banyak melanjutkan tentang berbagai penanganan yang dilakukan dalam menanggulangi bencana seperti yang telah dituliskan dalam artikel “Bersahabat Dengan Bencana”. Bagaimana mengenai penanganan kepada korban bencana terutama pada saat terjadinya bencana tersebut.

Dimulai pada saat penulis bersama para sahabat kuliah akan pentingnya partisipasi mahasiswa terhadap korban bencana alam membuat kami tergerak untuk membantu mereka. Ketika Gunung Merapi meletus pada pertengahan tahun 2010, banyak sekali bala bentuan dari berbagai pihak yang mengalir kepada para korban sehingga kami pun berusaha turut serta meringankan beban para korban.

Kami yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Sosiologi Lingkungan & Kebencanaan melakukan penggalangan dana dengan meminta sumbangan kepada para pengguna jalan di sekitar ruas jalan kota Jember. Dengan dana yang terkumpul sekitar 5 juta rupiah yang berhasil diraup dalam hitungan 1 minggu membuat kami merasa cukup untuk berangkat ke lokasi kejadian untuk membantu para korban bencana letusan Merapi. Dengan membawa 5 awak mahasiswa (termasuk penulis) bersama seorang petugas akademik fakultas, kami berangkat dengan misi membantu para korban. Hehehe..

Setibanya di lokasi tepatnya di daerah Klaten, kami berusaha untuk mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh para relawan yang membantu para korban merapi. Ada beberapa hal yang harus dilakukan terutama yang menyangkut hal-hal yang sangat urgent, seperti apa yang telah dilakukan oleh relawan FPBI (Forum Peduli Bencana Indonesia) seperti pada kegiatan berikut ini:

1. Kaji Cepat Kebutuhan Pengungsi

Menjadi sangat penting ketika pengungsi membutuhkan kebutuhan pokok seperti sandang dan pangan. Di sini, para relawan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membagikan bantuan yang telah diberikan oleh donatur secara adil kepada para korban, seperti makanan, minuman, selimut, peralatan mandi, baju dan sebagainya sehingga para pengungsi tidak terlantar.

relawan membagikan kebutuhan pagi para pengungsi

mendata kebutuhan pengungsi

2. Trauma Healing Anak Pengungsi

Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para anak-anak korban bencana alam, maka diberikanlah kegiatan trauma healing yang bertujuan untuk menceriakan perasaan mereka setelah terjadi bencana sehingga mereka para anak-anak tidak larut akan kesedihan setelah ditimpa suatu bencana.

anak-anak korban Merapi 2010 berkumpul untuk bersenang-senang

penulis bersama anak-anak pengungsi

penulis mengajari anak-anak membuat origami (^_^)

 

3. Dapur Khusus Air Panas 24 Jam (Balita, Anak, Lansia, Ibu Menyusui, & Ibu Hamil)

Banyak para pengungsi yang membutuhkan air panas atau hangat untuk berbagai keperluan seperti untuk balita, ibu hamil dan terutama bagi para lansia yang mempunyai kebiasaan menyeruput minuman hangat atau dalam bahasa jawanya adalah “wedang”. Kebutuhan ini bisa dikatakan cukup penting karena bisa sangat membantu bagi mereka yang dimaksudkan di atas.

kesibukan di dapur air panas

relawan membagikan air hangat kepada pengungsi..

4. Posko Logistik & Distribusi

Persediaan kebutuhan sandang dan pangan sangat diperlukan bagi para pengungsi. Di posko ini disimpan berbagai kebutuhan sehari-hari yang akan diperlukan oleh para pengungsi.

relawan mendata dan mencatat berbagai bantuan barang di posko logistik

penulis di posko logistik (^_^)

5. Air & Sanitasi

Salah satu hal yang juga sangat penting untuk kebutuhan para pengungsi yakni air dan sanitasi. Kebutuhan untuk mandi, minum, menyuci, dan sebagainya menuntut adanya tempat untuk air dan sanitasi tersebut karena memang dengan kondisi lapangan tempat pengungsian yang serba terbatas membuat arti pentingnya tempat ini.

para pengungsi memanfaatkan air untuk kebutuhan mandi dan mencuci

6. Dapur Umum

Tempat dimana para relawan menyiapkan makanan bagi para pengungsi dan korban bencana, tidak lupa pula bagi relawan itu sendiri.

bergotong royong memasak makanan

 

Dari berbagai dinamika kehidupan yang terjadi pada masyarakat korban bencana alam tersebut setidaknya para relawan bisa memberikan sebuah pengabdian dirinya kepada sesama yang sangat membutuhkan. Apalagi kepada yang sedang tertimpa bencana alam, menjadi seorang relawan tidaklah sumbangan buruk dari seseorang melainkan bantuan tenaga dan moril yang sangat dibutuhkan selain bantuan dana yang diberikan oleh para donatur.

Menjadi relawan? Siapa takut.. (^_^)

 

1 Juli

Posted: 1 Juli 2012 in dunia saya

1 Juli adalah hari ke-182 (hari ke-183 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian.

Memang tanggal ini tak ubahnya seperti hari-hari biasa dalam kalender masehi. Namun kita juga tidak bisa memungkiri bahwa pada tanggal ini juga mempunyai keistimewaan dibandingkan tanggal-tanggal yang lainnya. Ya, tiap-tiap tanggal dalam 1 tahun kalender masehi masing-masing juga mempunyai peristiwa-peristiwa tersendiri yang membedakan tanggal itu dengan tanggal yang lain.

Dalam sejarahnya Bulan Juli mulanya bernama Quintilis dan aslinya terletak pada urutan kelima. Tetapi ketika Roma dikuasai oleh Mark Anthony nama bulan ini diubah menjadi Juli, diambil dari nama Julius Caesar sebagai penghormatan kepada Kaisar Romawi yang terkenal itu. Ketika terjadi penambahan dua bulan oleh Numa Pompilius dan pergeseran bulan oleh Julius Caesar maka bulan ini menjadi bulan ke tujuh, dan jumlah harinya pun ikut berubah menjadi 31 hari. Untuk menghormati Julis Caesar, nama bulan ini kemudian diubah menjadi Julius. Julius Caesar sendiri lahir pada tanggal 12 Juli.

Hari pertama bulan Juli dalam sejarahnya di dunia juga banyak mencatat peristiwa-peristiwa bersejarah di berbagai belahan dunia. Beberapa negara memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal ini seperti Kanada, Rwanda, dan Burundi. Peristiwa yang sering disebut Pertempuran Somme sebagai pertempuran terbesar dan paling berdarah pada Perang Dunia I antara Inggris dan Perancis melawan Jerman juga terjadi pada tanggal 1 Juli tepatnya pada tahun 1916. Pada tanggal ini pula juga lahir seorang ilmuwan dalam bidang matematika dan filsafat yakni Wilhelm Leibnitz yang memperoleh gelar doktor pada usia 20 tahun dengan karya terkenal “Natural of Law”.

Begitu juga di Indonesia, banyak peristiwa yang terabadikan pada awal bulan Juli ini seperti Hari Jadi Kota Medan dan yang paling diingat oleh seantero masyarakat Indonesia adalah tanggal hari lahirnya Bhayangkara Polisi pada tahun 1946. Peristiwa lain yang terjadi pada tanggal 1 Juli juga mencatat bahwa pada tahun 1953 menjadi hari lahirnya Bank Indonesia setelah berlakunya Undang-Undang (UU) Pokok Bank Indonesia. Artis serba bisa yang dimiliki oleh Indonesia juga lahir pada tanggal ini yakni sang superstar Agnes Monica pada tahun 1986

Dan pada tanggal ini pula 1 Juli tahun 1989 saya EKO BUDI SETIYAWAN juga memplokamirkan sebagai hari lahir. Hehehehe.. Alhamdulillah menjadi tanggal yang menjadi kebanggaan buat penulis sendiri yang telah tercantum dalam curriculum vitae (CV). And finally, happy birthday to me… Happy 23th years.. (^_^)

 

 

Hari ini ada yang bertambah dan ada yang berkurang.

Bertambah.. ya aku bertambah tua.

Berkurang.. ya jatah umurku di dunia ini semakin berkurang.

Orang bilang “menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa adalah sebuah pilihan”.

Sebenarnya hari ini tidak ada yang spesial – bahkan terbilang sama – seperti hari – hari lainnya. Hanya saja hari ini banyak teman dan rekan yang memberi ucapan selamat ulang tahun,

Kembali aku merenung, apa saja yang sudah kulakukan di tahun lalu dan apa yang akan kulakukan di tahun depan.
23 tahun.Usia yang masih muda bagi sebagian orang, bahkan usia yang masih dianggap “seumur jagung”.
Tapi ada perbedaan yang kurasakan dalam  setahun terakhir ini.
Tapi ada perbedaan yang dirasakan juga oleh orang-orang disekelilingku.
Ada yang berubah…
Aku berubah.

Dulu, aku dalam manusia lamaku.
Dulu, aku sangat mengandalkan kekuatanku.
Dulu, aku selalu merasa tidak puas & bahagia.

Hingga akhirnya, aku mengalami badai hidup yang sangat besar.
Teringat saat itu, dimana tiap hari, bathin ini bergumul, bagaimana mencegah bisikan untuk lari dari kenyataan ini,

Aku berada di level terendah dalam hidupku.

Kini aku tersenyum saat mengingat pesan sebuah filsafat
“BERSYUKURLAH JIKA ENGKAU SUDAH DI LEVEL TERENDAH DALAM HIDUPMU, KARENA TIDAK ADA PILIHAN LAIN SELAIN UNTUK NAIK ”

Aku bersyukur karena pada suatu titik, aku memilih untuk berserah.
Kusadari sepenuhnya… segala kehebatanku, kepandaian & kekuatanku, sudah tidak lagi berguna.

Pada suatu titik, aku memilih untuk berserah.
Aku bersyukur, disaat ku tak mampu lagi…aku memilih kembali kepada Sang Maha Pemampu.

Kusadari kini,
Aku sebenarnya berada dalam sekolah yang disebut kehidupan.
Ada kalanya ujian itu datang, tidak lain untuk meluluskan aku naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Tak peduli usiaku,
Tingkatan yang lebih tinggi hanya bisa diraih dengan lulusnya aku saat ujian/badai datang.
Jika anda belum lulus, setua apapun aku, aku masih belum naik tingkat.

Pilihanku,
Apakah aku akan lari dari setiap badai yang menerpaku,
ataukah aku akan mencoba melewati badai dengan mengandalkan kekuatanku sendiri,
atau aku akan melewati setiap badai dengan di beri kemudahan bersama Tuhanku?

Aku, dalam manusia baruku, menyadari..

Hari ini 1 Juli 2012 waktu Indonesia, aku genap berusia 23 tahun. Seperti setahun sebelumnya, tidak ada perayaan khusus karena akupun terkadang mengganggap biasa saja.

Kilas balik tentang kehidupanku selama ini. Apa yang sudahku lakukan? Apa yang sudah  kucapai? Sudahkan aku menjadi dewasa dalam arti yang sesunguhnya? Kira-kira aku hidup berapa tahun lagi ya  Kapan bisa kaya raya dan pensiun muda ya? Bagaimana kehidupan rohaniku? bisakah jadi orang yang baik? bisakah menjadi suami, ayah dan sahabat yang baik? dan seterusnya. Berbagai macam pertanyaan seolah muncul silih berganti di kepala. Jawabannya masih ada di awing-awang. All I want to do adalah berbuat yang terbaik dalam peranku saat ini.

 

Sesungguhnya hitungan nafas telah ditetapkan, hitungan detik telah diperhitungkan.
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi modal tapi tidak digunakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi nafas tapi disia siakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi waktu tapi disia siakannya.

 

Demi Allah, sesungguhnya semakin dekat ujung kehidupanku, Hisab semakin nyata, dan sesungguhnya Hisab Allah amatlah berat, Smoga tak kusia siakan nafasku, tak kusia siakan waktuku, Sesungguhnya Hanya Engkaulah tujuanku. Perjalanan hidupku, menempuh alam dunia menghabiskan waktu, yang tiada lama. Usia bertambah makin senja, tiada terasa tak tersadar. Semakin dekatlah ajalku.

 

Ya Allah,… Berilah aku kekuatan …

 

 

Oh..Selamat ulang tahun untuk diriku sendiri dan juga buat orang-orang yang berulang tahun di hari yang sama! Hehehe…

 

Happy birthday to me..Happy birthday to me.. Happy birthday happy birthday.. Happy birthday to me.. (^_^)

 

 

dikutip dan disunting dari

sumber http://deddyblackmore.blogspot.com/2010/02/renungan-ulang-tahun.html